MAKALAH EKONOMI KOPERASI
SIAPKAH KOPERASI MENGAHADAPI ERA GLOBALISASI SAAT INI
SIAPKAH KOPERASI MENGAHADAPI ERA GLOBALISASI SAAT INI
DISUSUN
OLEH:
SITI
HARTINAH
1A214353
3EA20
SIAPKAH
KOPERASI MENGAHADAPI ERA GLOBALISASI SAAT INI
Koperasi
saat ini sudah mengalami pertumbuhan yang baik, namun masih sedikit yang
memahami dan masih sedikit yang ingin melaksanakannya. Zaman semakin cepat
berlalu dengan berbagai aspek yang luar biasa, apakah koperasi bisa
mengikutinya atau malah akan menurun kinerjanya. Zaman
era globalisasi, zaman yang begitu lekat dengan kemajuan dari
semua sektor/aspek, masalah semakin berjalannya tahun semakin kompleks.
Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia
diseluruh dunia melalui perdagangan,investasi,perjalanan,budaya populer,dan
bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi
semakin sempit. Globalisasi sebagai suatu proses bukanlah suatu fenomena baru
lagi karena proses globalisasi sebenarnya telah ada sejak berabad-abad lamanya.
Diakhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 arus globalisasi semakin berkembang
pesat diberbagai negara ketika mulai ditemukan teknologi komunikasi, informasi,
dan transportasi. Loncatan teknologi yang semakin canggih pada pertengahan abad
ke-20 yaitu internet dan sekarang ini telah menjamur telepon genggam
(handphone) dengan segala fasilitas yang terdapat didalamnya.
Proses
globalisasi sudah begitu terasa sekali saat awal dilaksanakan
pembangunan,dengan kembali nya tenaga ahli indonesia yang telah selesai
menjalankan studi nya di luar negri serta datang nya tenaga ahli(konsultan)dari
negara asing,proses globalisasi yang berupa pemikiran atau sistem nilai
kehidupan mulai di adopsi dan dilaksanakan sesuai dengan kondisi indonesia.
Koperasi
era globalisasi pastinya koperasi lebih banyak mendapat tantangan demi
mempertahankan kelangsungan kegiatannya,Tetapi hal ini akan tidak menjadi sulit
apabila koperasi selalu mendapat dukungan dari anggota,masyarakat maupun
pemerintah.Karena Keberadaan beberapa koperasi telah dirasakan peran dan
manfaatnya bagi masyarakat, walaupun derajat dan intensitasnya berbeda.
Setidaknya terdapat tiga tingkat bentuk eksistensi koperasi bagi masyarakat
(PSP-IPB, 1999) : Pertama, koperasi dipandang sebagai lembaga yang
menjalankan suatu kegiatan usaha tertentu, dan kegiatan usaha tersebut
diperlukan oleh masyarakat. Kegiatan usaha dimaksud dapat berupa pelayanan
kebutuhan keuangan atau perkreditan, atau kegiatan pemasaran, atau kegiatan
lain. Pada tingkatan ini biasanya koperasi penyediakan pelayanan kegiatan usaha
yang tidak diberikan oleh lembaga usaha lain atau lembaga usaha lain tidak
dapat melaksanakannya akibat adanya hambatan peraturan. Peran koperasi ini juga
terjadi jika pelanggan memang tidak memiliki aksesibilitas pada pelayanan dari
bentuk lembaga lain. Hal ini dapat dilihat pada peran beberapa Koperasi Kredit
dalam menyediaan dana yang relatif mudah bagi anggotanya dibandingkan dengan
prosedur yang harus ditempuh untuk memperoleh dana dari bank. Juga dapat
dilihat pada beberapa daerah yang dimana aspek geografis menjadi kendala bagi
masyarakat untuk menikmati pelayanan dari lembaga selain koperasi yang berada
di wilayahnya.
Kedua, koperasi
telah menjadi alternatif bagi lembaga usaha lain. Pada kondisi ini masyarakat
telah merasakan bahwa manfaat dan peran koperasi lebih baik dibandingkan dengan
lembaga lain. Keterlibatan anggota (atau juga bukan anggota) dengan koperasi
adalah karena pertimbangan rasional yang melihat koperasi mampu memberikan
pelayanan yang lebih baik. Koperasi yang telah berada pada kondisi ini dinilai
berada pada ‘tingkat’ yang lebih tinggi dilihat dari perannya bagi masyarakat.
Beberapa KUD untuk beberapa kegiatan usaha tertentu diidentifikasikan mampu
memberi manfaat dan peran yang memang lebih baik dibandingkan dengan lembaga
usaha lain, demikian pula dengan Koperasi Kredit. Dan
yang Ketiga, koperasi menjadi organisasi yang dimiliki oleh
anggotanya. Rasa memilki ini dinilai telah menjadi faktor utama yang menyebabkan
koperasi mampu bertahan pada berbagai kondisi sulit, yaitu dengan mengandalkan
loyalitas anggota dan kesediaan anggota untuk bersama-sama koperasi menghadapi
kesulitan tersebut.
Koperasi
saat ingin menghadapi era globalisasi ini, kita harus melihat dan mengevaluasi
beberapa aspek diantaranya ;
1.
Koperasi masih mempunyai banyak masalah internal seperti kurangnya tenaga kerja
ahli di dalamnya.
2.
Koperasi masih dianggap kurang mampu dalam mengembangkan usahanya dan
mensejahterakan anggota di dalamnya oleh masyarakat.
3. Koperasi
seringkali dalam memasarkan produknya tidak memperhatikan permintaan potensial
di daerah koperasi itu berada.
4. Koperasi
masih kurang dalam memasarkan serta mempromosikan barangnya untuk meraih pangsa
pasar yang cukup bahkan tinggi untuk tetap menjalankan usahanya.
Langkah
Koperasi untuk Menghadapi Era Globalisasi
Berikut
ini adalah ringkas langkah koperasi untuk menghadapi era-globalisasi ;
A. Dalam
menjalankan usahanya, pengurus koperasi harus mampu mengidentifikasi kebutuhan
kolektif anggotanya dan memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan mempertimbangkan
aspirasi anggota-anggotanya, sangat dimungkinkan kebutuhan kolektif setiap
koperasi berbeda-beda.
B. Adanya
efektifitas biaya transaksi antara koperasi dengan anggotanya sehingga biaya
tersebut lebih kecil jika dibandingkan biaya transaksi yang dibebankan oleh
lembaga non-koperasi.
C. Kesungguhan
kerja pengurus dan karyawan dalam mengelola koperasi. Disamping kerja keras,
figur pengurus koperasi hendaknya dipilih orang yang amanah, jujur serta
transparan.
D. Pemahaman
pengurus dan anggota akan jati diri koperasi, pengertian koperasi, nilai-nilai
koperasi dan prinsip-prinsip gerakan koperasi harus dijadikan point penting
karena hal itu yang mendasari segala aktifitas koperasi. Aparatur pemerintah
terutama departemen yang membidangi masalah koperasi perlu pula untuk memahami
secara utuh dan mendalam mengenai perkoperasian.
E. Kegiatan
koperasi bersinergi dengan aktifitas usaha anggotanya.
F. Koperasi
produksi harus merubah strategi kegiatannya dengan mereorganisasi kembali
supaya kompatibel dengan tantangan yang dihadapi. Dengan demikian,
koperasi pun mampu setidaknya menghadapi era globalisasi saat ini, bukan malah
terseret arus globalisasi yang berdampak koperasi akan tenggelam. Mari kita
benahi koperasi sejak dini, karena koperasi di Indonesia juga merupakan jati
diri bangsa dalam memajukan perekonomian.
Seandainya
globalisasi benar-benar terwujud sesuai dengan skenario terjadinya pasar bebas
dan persaingan bebas, maka bukan berarti tamatlah riwayatnya koperasi. Peluang
koperasi untuk tetap berperan dalam percaturan perekonomian nasional dan
internasional terbuka lebar asal koperasi dapat berbenah diri menjadi salah
satu pelaku ekonomi (badan usaha) yang kompetitif dibandingkan pelaku ekonomi
lainnya.
Tantangan
globalisasi mempunyai ciri-ciri adanya pergerakan barang, modal dan uang dengan
bebas dan perlakuan terhadap pelaku ekonomi sendiri dan asing (luar negeri)
sama. Sehingga era globalisasi sering menjadi dilema bagi masyarakat,
pemerintah dan dunia usaha. Kita tidak bisa membendung dan menahan bergulirnya
globalisasi di tengah-tengah masyarakat, yang bisa kita lakukan adalah
mengantisipasi dan mempersiapkan diri terhadap tantangan globalisasi. Cukup
kita sadari bahwa globalisasi ekonomi sekalipun telah menjadi sistem yang
mendunia, tetapi tetap saja berada dalam ranah yang penuh kontroversi.
Di
satu sisi globalisasi mempunyai dampak positif di antara aktor-aktor ekonomi
dunia. Mereka meyakini bahwa pasar terbuka, arus modal tanpa pembatas, akan
memaksimalkan efisiensi dan efektifitas ekonomi demi terwujudnya kesejahteraan
untuk semua. Sebaliknya di sisi lain kelompok anti globalisasi meyakini bahwa
liberalisasi ekonomi hanya akan menguntungkan yang kuat dan melumpuhkan yang
lemah, menciptakan kebangkrutan dan ketergantungan struktural negara berkembang
atas negara maju.
Untuk
itu globalisasi ekonomi haruslah disikapi dengan kritis, hati-hati, dan penuh
perhitungan Peluang Dan Tantangan Koperasi Di Era Globalisasi. Peluang koperasi
untuk tetap berperan dalam percaturan perekonomian nasional dan internasional
terbuka lebar asalkan koperasi dapat berbenah diri menjadi salah satu pelaku
ekonomi (badan usaha) yang kompetitif dibandingkan pelaku ekonomi lainnya.
Tantangan untuk pengembangan masa depan memang relatif berat, karena kalau
tidak dilakukan pemberdayaan dalam koperasi dapat tergusur dalam percaturan
persaingan yang makin intens dan mengglobal. Kalau kita lihat ciri-ciri globalisasi
dimana pergerakkan barang, modal dan uang demikian bebas dan perlakuan terhadap
pelaku ekonomi sendiri dan asing(luar negeri)sama, maka tidak ada alasan lagi
bagi suatu Negara untuk menidurkan para pelaku ekonomi (termasuk koperasi) yang
tidak efisien dan kompetitif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar