DASAR KOMUNIKASI DAN KOMUNIKASI
BISNIS
·
Pengertian &
Cakupan Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses
penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih
dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu
yang diharapkan. Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah
suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis
lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa
Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks
individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan
aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Berikut
pengertian komunikasi bisnis menurut para ahli :
Pengertian
komunikasiabisnis menurut Purwanto : Komunikasi bisnis adalah
komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam
bentuk komunikasi baik komunikasi verbal maupun nonverbal untuk mencapai tujuan
tertentu.
Pengertian komunikasi bisnis menurut Katz (1994:4): Komunikasi Bisnis adalah adanya pertukaran ide, pesan,
dan konsep yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersil.
Komunikasi bisnis’ diartikan sebagai komunikasi yang terjadi dalam dunia bisnis
dalam rangka mencapai tujuan dari bisnis itu (Katz, 1994). Istilah ‘bisnis’
dalam konteks ini diterjemahkan sebagai suatu organisasi perusahaan.
Cakupan / Ruang Lingkup Komuikasi Bisnis :
Ada lima komponen yang penting untuk diperhatikan dalam
proses komunikasi, yaitu :
1. Pengirim pesan (sender
atau komunikator).
2. Pesan yang dikirimkan
(message).
3. Bagaimana pesan tersebut
disampaikan (delivery channel atau media).
4. Penerima pesan (receiver
atau komunikan.
5. Umpan balik (feedback)
atau effect.
Kelima komponen penting yang
harus diperhatikan dalam proses komunikasi diatas tidak hanya berlaku untuk
komunikasi bisnis, tetapi dalam dunia pendidikan kelima komponen tersebut juga
penting untuk diperhatikan. Hal itu diperlukan untuk mencapai sebuah tujuan
belajar yang diharapkan melalui komunikasi yang efektif. Komunikasi yang
efektif dalam pembelajaran banyak ditentukan oleh keaktifan selama proses
belajar berlangsung yaitu adanya bentuk komunikasi dalam bentuk timbal balik
berupa pertanyaan dan jawaban pertanyaan dari sebuah proses belajar mengenai
topik tertentu yang dibahas dalam proses belajar tersebut.
· Unsur-Unsur dalam Komunikasi
Dalam
komunikasi bisnis terdapat enam unsur pokok, yaitu :
1. Memiliki tujuan, artinya
komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan tujuan
organisasi.
2.Pertukaran, dalam hal ini
melibatkan paling tidak dua orang atau lebih yakni komunikator dan komunikan.
3. Gagasan, opini, informasi,
instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung tujuan,
situasi, dan kondisinya.
4. Menggunakan saluran personal
atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan media tertentu
atau melalui media yang menjangkau jutaan orang secara bersamaan.
5. Meggunakan simbol atau
sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami oleh
penerima untuk menyampaikan pesan.
6. Pencapaian tujuan
organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau lembaga
formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya
oleh manajemen.
· Bentuk Komunikasi Bisnis
Pada dasarnya ada dua bentuk komunikasi yang umum digunakan dalam dunia bisnis,
yaitu, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.
1. Komunikasi verbal
Komunikasi verbal (verbal communication) merupakan salah
satu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan
(written) dan lisan (oral). Contohnya adalah membaca majalah, mambaca surat
kabar, mempresentasikan makalah dalam suatu acara seminar dan lain-lain.
2. Komunikasi nonverbal
Komunikasi nonverbal
merupakan bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam komunikasi bisnis.
Walaupun pada umumnya komunikasi nonverbal memiliki sifat kurang terstruktur
sehingga sulit untuk dipelajari, seperti memahami dalam penggunaan bahasa
isyarat, ekspresi wajah, gerakan tubuh, sandi, simbol-simbol, warna dan
intonasi suara. Pesan yang disampaikan biasanya dilakukan secara spontan tanpa memiliki rencana dan
dilakukan secara tidak sadar dan bersifat alami.
Adapun Komunikasi Nonverbal memilki beberapa tujuan ,
yaitu :
· Menyediakan dan memberikan
informasi
· Mangatur alur suatu
percakapan
· Mengekspresikan emosi
· Memberi sifat dan
melengkapi, menentang atau mengembangkan pesan-pesan verbal
· Mengendalikan atau
mempengaruhi orang lain
· Mempermudah tugas-tugas
khusus, misalnya dalam memberikan pengajaran pada saat kuliah
Dalam prakteknya tentu
komunikasi verbal dan non verbal dapat bergabung agar penyampaian sebuah
informasi dapat mudah dipahami. Contohnya komunikasi yang dilakukan seorang
pemimpin untuk menyuruh bawahannya dimana melalui ucapan dan ekspresi wajah
yang tepat akan mempermudah penyampaian maksud dan tujuan yang akan disampaikan
sehingga tidak akan terjadi sebuah kekeliruan.
· Bisnis dalam Pandangan Komunikasi
Dalam konsep dan azas
komunikasi modern yang lebih menekankan pada kebutuhan komunikan dan kesiapan
dari komunikan dalam proses komunikasi, hal ini lebih pentinga dari fungsi
pesan dan tujuan dari komunikator, ini disebabkan oleh prinsip – prinsip yang
lebih modern yang lebih mempertimbangkan dan memperhitungkan pada peluang dari
pada produksinya. Walaupun konsep permintaan berkaitan dengan konsep permintaan
(Anda dapat mempelajari ekonomi mikro), tetapi dalam kenyataan di pasar tidak
secara otomatis jika pada saat kelebihan barang dan jasa secara langsung akan
membuat pasar menjadi jenuh atau sebaliknya dengan kelangkaan barang dan jasa
akan menyebabkan timbulnya suatu peluang pasar, mengapa demikian, hal ini
disebabkan oleh :
- Secara realita
psikologis suatu kebutuhan dapat diciptakan.
Kebutuhan akan barang secara individual, dalam kontek ini
peluang pasar dapat di buat dengan mekanisme komunikasi secara berkesinambungan
dengan membentuk nilai – nilai sosial, preferensi dan fungsi.
-Peluang pasar ditentukan oleh citra, kebutuhan dan perilaku konsumen tentang
barang dan jasa. Jika suatu produk dapat menyakinkan konsumen dalam hal
kredibilitas, memiliki fungsi, ada jaminan keamanan dan memiliki keunggulan
lain, maka peluang pasar akan terbentuk.
Secara umum selalu timbul
permasalahan dimana konsumen – pasar tidak mengetahui informasi dan keberadaa
barang dan jasa di pasar, yang disebabkan umumnya kurang baik dan kurang
memadai dalam menjalankan strategi komunikasi. Hal ini harus dikembangkan
strategi komunikasi yang baik dan efektif ke pasar, yaitu dengan menjalankan
promosi, seperti:
- Kegiatan hubungan antar
manusia
- Kegiatan hubungan
masyarakat
- Kegiatan advertensi atau
iklan
- Kegiatan promosi melalui
media elektronik
- Kegiatan promosi dan
penjualan melalui media internet
- Mengembangkan system informasi
perusahaan
Mengembangkan keahlian
komunikator dalam bisnis.
PERANAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA BISNIS
PERANAN
KOMUNIKASI DALAM BISNIS
Arti penting komunikasi adalah sebagai sarana atau alat untuk menciptakan
jalinan pengertian yang sama danserasi serta menimbulkan dasar tindakan serta
dasar terbentuknya kerjasama.Atau dengan perkataan lain peranan komunikasi
dapat diformulasikansebagai berikut :
1.
Sebagai alat untuk menciptakan kesamaan pengertian
2.
Sebagai alat untuk menggerakkan perbuatan atau reaksi
Ø TujuanKomunikasi
Yang menjadi tujuan dari setiap proses komunikasi
adalah:
- Menciptakan pengertian yang
sama atas setiap pesan dan lambang yang disampaikan,dengan maksud apa yang kita
sampaikan itu dapat dimengerti oleh komunikan dcngan sebaik·baiknya sehingga
mereka dapat mengerti dan mengikuti apa yang kita maksudkan.
- Merangsang pemikiran pihak
penerima untuk memikirkan pesan dan rangsang yang ia terima, supaya gagasan
tersebut dapat diterima orang lain dengan pendekatan persuasif, bukan
memaksakan kehendak.
- Melakukan suatu tindakan yang selaras sebagaimana
diharapkan dengan adanya penyampaian pesan tersebut yaitu untuk melakukan atau
tidak melakukan sesuatu Menggerakkan sesuatu itu dapat bermacam-macam, mungkin
berupa kegiatan, kegiatan yang dimaksud disini adalah kegiatan yang lebih
banyak mendorong namun yang penting harus diingat adalah
bagaimana cara yang baik untuk melakukannya.
- Memahami orang lain, kita sebagai komunikator
harus mengerti benar aspirasi masyarakat tentang apa yang diinginkan, jangan
mereka menginginkan kemauannya. setiap kali kita bermaksud mengadakan
komunikasi maka kita perlu meneliti apa yang menjadi tujuan kita.
Ø Upan Balik
Feedback adalah
dua kata jadian / bentukan dalam bahasa Inggris yang terdiri dari
kata feed (artinya: memberi makan) dan back (artinya:
kembali). Arti harfiah kata ini adalah “memberi makan kembali”, tapi makna yang
sebenarnya adalah “memberi masukan kembali”.
Umpan
balik yang ditimbulkan dalam proses komunikasi memberikan gambaran kepada
komunikator tentang seberapa berhasil komunikasi yang dilakukannya. Jadi, umpan
balik (feedback) merupakan satu-satunya elemen yang dapat ’menjudge’ apakah
komunikasi yang telah berlangsung berhasil atau gagal. Keberlangsungan
komunikasi yang dibangun sebelumnya ditentukan oleh umpan balik sebagai bentuk
penilaian, dan bila dianalogikan lagi dengan seorang siswa-dia naik kelas atau
tidak-maka, umpan balik adalah sebagai nilai raportnya.
Dengan mengetahui umpan balik yang dikirimkan oleh komunikan, maka sebagai
komunikator, kita akan dapat langsung mengetahui apakah tujuan dari pesan kita
tersampaikan atau tidak. Apakah umpan balik itu berupa respon negatif ataupun
respon positif.
Ø Kesalahpahaman Dalam
Komunikasi
Misunderstanding (kesalahpahaman)
merupakan salah satu kendala komunikasi efektif dan sangat berpeluang
menciptakan konflik. Suatu kondisi salah paham biasa dimunculkan ketika suatu
informsi yang diterima oleh seseorang memiliki makna atau esensi yang berbeda
dari yang dimaksudkan oleh si pemberi atau penyampai informasi.Kesalahpahaman
ini banyak sekali bentuknya, mulai dari hal-hal sepele dalam kehidupan
sehari-hari, sampai kesalahpahaman oleh kalangan elit politik yang menentukan
kehidupanorangbanyak.Salah satu bentuk kesalahpahaman yang cukup “parah”
adalah cultural misunderstanding, atau kesalahpahaman kultural.
Dalam
hal ini, budaya dan kebiasaan yang melekat menjadi penghalang terjalinnya
komunikasi yang efektif. Misalnya, seorang lelaki Sunda memiliki menantu pemuda
Jawa. Saat si menantu akan makan, demi kesopanan dan etika, dia menawari
mertuanya. Di Jawa, untuk menawari makan orang yg lebih tua, digunakan kata
“dhahar” yang artinya sudah sangat halus. Padahal, jika kata “dhahar” ini
digunakan untuk orang Sunda, artinya menjadi sangat kasar, karena orang Sunda
menggunakan kata “tuang” untuk kata makan yg paling halus.
Rata-rata
kesalahpahaman memang terjadi pada komunikasi yang masih dasar, yakni tahapan
komunikasi yang menyenangkan. Dalam tahapan ini, komunikator dan komunikan
merasa masih belum perlu membahas masalah secara detail, sehingga kadang
terselip beberapa poin yang menjadi sumber kesalahpahaman. Berbeda dengan
tahapan lain, misalnya komunikasi untuk hubungan yg lebih baik, yang walaupun
kadang tetap ada yg namanya salah paham, namun sudah dalam jumlah yang minimal.
Ø Memperbaiki Komunikasi Dalam Organisasi
Untuk
dapat melakukan komunikasi yang efektif diperlukan beberapa persyaratan,
atara
lain : persepsi, ketetapan, kredibilitas, pengendalian, dan kecocokan atau
keserasian.
Komunikasi
yang efektif dapat mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi dengan
memperhatikan tiga hal sebagai berikut:
1. Membuatsatupesansecaralebihberhati-hati
2. Minimalkan
gangguan dalam proses komunikasi
3. Mempermudah
upaya umpan balik antara si pengirim dan si penerima pesan
Mengelola Komunikasi Bisnis
Ada dua
hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola komunikasi, yaitu :
1. Bagaimana
menangani pesan-pesan yang bersifat rutin
2. Bagaimana
menangani krisis komunikasi
1.
Penanganan Pesan-pesan Rutin
Untuk dapat memaksimumkan manfaat dan meminimkan biaya tersebut, seorang
manajer perlu memperhatikan berbagai hal berikut.
a. Mengurangi
jumlah pesan semaksimal mungkin.
Hal ini
perlu dilakukan karena pada prakteknya banyak proses komunikasi, misalnya rapat
atau penggunaan memo, yang hanya memboroskan waktu. Dengan hanya mengirim
informasi yang memang dianggap penting, maka perusahaan dapat menghemat waktu
dan uang.
b. Memberikan
instruksi yang jelas.
Orang
yang bertanggung jawab untuk menyampaikan informasi harus memahami dengan jelas
semua keinginan dan sasaran perusahaan. Selain itu, penyampai informasi atau
manajer harus menganalisa apakah bawahannya sudah benar-benar memahami
informasi yang disampaikan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan umpan
balik melalui kerja sama yang baik dengan para stafnya.
c. Mendelegasikan
tanggung jawab
Oleh
karena keterbatasannya sebagai manusia, manajer sebaiknya mempercayakan
sebagian tugasnya kepada para bawahan.
d. Melatih
penulis dan pembicara
Dengan
memberikan pelatihan tentang teknik-teknik menulis dan berbicara didepan umum,
perusahaan dapat meningkatkan rasa percaya diri para pegawai dalam menjalankan
tugasnya. Sebagai akibatnya, perusahaan pun dapat menjalankan operasinya dengan
lebih lancar.
2. Penanganan
Krisis Komunikasi
Cara penanganan krisis di suatu perusahaan akan berbeda dengan perusahaan lzin.
Namun, munculnya krisis dalam suatu perusahaan dapat mempunyai pengaruh
terhadap masa depan produk maupun reputasi perusahaan bersangkutan.
Dalam kaitannya dengan krisis komunikasi tersebut, ada dua falsafah dalam
komunikasi yaitu:
(1) Bersikap
diam, tidak mengatakan sesuatu atau
(2) Katakan
apa yang terjadi dan segera.
Namun, beberapa ahli hubungan masyarakat (public relation) menyarankan agar
perusahaan menangkis rumor yang beredar dalam masyarakat dengan cara
menjelaskan apa yang menjadi masalahnya secara terbuka tanpa ditutup-tutupi
kepada public (masyarakat umum) dan karyawan-karyawannya. Pada saat yang sama,
perusahaan harus mencari sumber masalahnya dan berusaha mengendalikannya. Satu
hal yang paling penting dalam menangani setiap kasus adalah mengusahakan agar
pikiran tetap dalam kondisi tenang, kalem, tidak gegabah. Tenang dalam artian
bahwa penanganansuatu kasus perlu pemikiran jernih dan tidak dalam kondisi
emosional. Suatu tanggapan yang rasional akan membantu memberikan inspirasi
untuk mempertinggi rasa percaya diri.
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Ø Pola Komunikasi
Bisnis
Secara umum pola
kumunikasi (patterns of communication) dibedakan menjadi 2 saluran
(Purwanto,2006:40-45), yaitu :
a) Saluran Komunikasi Formal
Dalam struktur organisasi,
garis, fungsional, maupun matriks, akan tampak berbagai macam posisi atau
kedudukan masing-masing sesuai dengan batas tanggung jawab dan wewenangnya.
Dalam kaitannya dengan proses penyampaian informasi dari manajer kepada
bawahan, pola transformasi informasinya dapat berbentuk 3 pola yaitu:
1. Komunikasi
dari atas ke bawah
Komunikasi dari
atas ke bawah (top-down)merupakan jalur komunikasi yang berasal dari atas
(manajer) ke bawah (karyawan) merupakan penyampaian pesan yang dapat berbentuk
perintah, instruksi, maupun prosedur untuk dijalankan para bawahan dengan
sebaik-baiknya. Menurut Katz dan Kahn, komunikasi ke bawah mempunyai 5 tujuan
pokok yaitu:
o Memberikan
pengarahan atau instruksi kerja tertentu,
o Memberikan
informasi kenapa pekerjaan itu harus dilaksanakan,
o Memberikan
informasi tentang prosedur dan praktik organisasional,
o Memberikan
umpan balik pelaksanaan kerja kepada para karyawan,
o Menyajikan
informasi mengenai aspek ideologi dalam membantu organisasi menanamkan
pengertian tentang tujuan yang ingin dicapai.
2. Komunikasi
dari bawah ke atas
Atau disebut
buttom-up communicatin berarti alur pesan yang disampaikan berasal dari bawah
(karyawan) menuju ke atas (manajer). Pesan mula-mula berasal dari para karyawan
yang selanjutnya disampaikan ke jalur yang lebih tinggi.
3. Komunikasi
Horizontal
Atau horizontal
communication atau sering disebut komunikasi lateral (lateral communication)
adalah komunikasi yang terjadi antara bagian-bagian yang memiliki posisi sejajar
atau sederajat dalam suatu organisasi. Tujuan komunikasi horizontal antara lain
untuk melakukan persuasi, mempengaruhi, dan memberikan informasi kepada bagian
atau departemen yang memiliki kedudukan sejajar.
4. Komunikasi
Diagonal
Atau diagonal
communication melibatkan komunikasi antara dua tingkat (level) organisasi yang
berbeda. Contohnya adalah komunikasi formal antara manager pemasaran dengan
bagian pabrik, antara manager produksi dengan bagian promosi, antara manager
produksi dengan bagian akuntansi dan lain sebagainya.
b. Saluran
Komunikasi Informal
Dalam jaringan
komunikasi informal, orang-orang yang ada dalam suatu organisasi, tanpa
mempedulikan jenjang hierarki, pangkat, dan kedudukan atau jabatan, dapat
berkomunikasi secara luas. Meskipun hal-hal yang mereka perbincangkan biasanya
bersifat umum, seperti mengobrol tentang humor yang baru di dengar, keluarga,
anak-anak, dunia olahraga, musik, acara film, dan sinetron tv, dan kadang kala
mereka juga membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan situasi kerja yang ada
dalam organisasinya.
Ø Mengelola
Komunikasi Bisnis
Data statistik menunjukkan bahwa
komunikasi yang bersifat rutin merupakan faktor penting dalam bisnis. Oleh
karena itu maka komunikasi yang bersifat rutin harus dikelola dengan baik
sehingga dapat memperkecil biaya dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi
komunikasi. Beberapa cara yang dapat digunakan dalam mengelola komunikasi rutin
antara lain:
a. Mengurangi jumlah pesan semaksimal
mungkin.
Hal ini perlu dilakukan karena pada prakteknya
banyak proses komunikasi, misalnya rapat atau penggunaan memo, yang hanya
memboroskan waktu. Dengan hanya mengirim informasi yang memang dianggap
penting, maka perusahaan dapat menghemat waktu dan uang.
b. Memberikan instruksi yang jelas.
Orang yang bertanggung jawab untuk
menyampaikan informasi harus memahami dengan jelas semua keinginan dan sasaran
perusahaan. Selain itu, penyampai informasi atau manajer harus menganalisa
apakah bawahannya sudah benar-benar memahami informasi yang disampaikan. Hal
ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan umpan balik melalui kerja sama yang
baik dengan para stafnya.
c. Mendelegasikan tanggung jawab
Oleh karena keterbatasannya sebagai
manusia, manajer sebaiknya mempercayakan sebagian tugasnya kepada para bawahan.
d. Melatih penulis dan pembicara
Dengan memberikan pelatihan tentang
teknik-teknik menulis dan berbicara didepan umum, perusahaan dapat meningkatkan
rasa percaya diri para pegawai dalam menjalankan tugasnya. Sebagai akibatnya,
perusahaan pun dapat menjalankan operasinya dengan lebih lancar.
Agar Terjadi Keberhasilan Komunikasi
Bisnis Maka Harus Memperhatikan Hal-Hal Berikut :
Menentukan tujuan komunikasi
Menentukan sasaran komunikasi atau
audience
Menentukan ide utama pesan yang akan
disampaikan
Menentukan channel dan medium yang
akan digunakan untuk mengirim pesan.
Menentukan cara pengorganisasian dan
nada pesan.
Tujuan Komunikasi
Alasan penentuan tujuan komunikasi
adalah:
1) Untuk menentukan apakah komunikasi
memang diperlukan.
2) Untuk memberikan respon yang tepat
kepada audience
3) Agar isi pesan dapat lebih
terfokus.
4) Agar channel dan medium komunikasi
dapat dipersiapkan terlebih dahulu.
Tujuan umum pesan bisnis ada tiga
yaitu:
1) Untuk menginformasikan
2) Untuk membujuk/ melakukan kerjasama
3) Untuk memberikan hiburan
(entertainment)
JENIS JENIS KOMUNIKASI
1. Komunikasi
Menurut Cara Penyampaiannya
Komunikasi
Lisan:
·Yang terjadi langsung dan
tidak dibatasi oleh jarak,dimana dua belah pihak dapat bertatap muka,misalnya
dialog dua orang,wawancara maupun rapat.
· Yang terjadi tidak langsung
karena dibatasi oleh jarak, misalnya komunikasi lewat telepon
Komunikasi
tertulis:
· Yang dilaksanakan dalam bentuk
surat dan dipergunakan untuk menyampaikan berita yang sifatnya singkat, jelas
tetapi dipandang perlu ditulis dengan maksud-maksud tertentu
· Gambar dan foto, karenatidak
dapat dilukiskan dengan kata2 atau kalimat
· Spanduk, dipergunakan untuk
menyampaikan informasi kepada bnayak orang
2. Komunikasi
Menurut Kelangsungannya
Menurut
Kelangsungannya, komunikasi dapat dibedakan menjadi:
· Komunikasi Langsung
: Proses komunikasi dilaksanakan secara langsung tanpa bantuan perantara
orang ketiga ataupun media komunikasi yang ada dan tidak dibatasi oleh jarak
· Komunikas Tidak Langsung
: Proses komunikasinya dilaksanakan dengan bantuan pihak ketiga atau
bantuan alat-alat atau media komunikasi
3. Komunikasi
Menurut Perilakunya
· Komunikasi formal
: Komunikasi yang terjadi antaraanggota organisasi/perusahaan yang tata
caranya telah diatur dalam struktur organisasinya. Contohnya rapat kerja
perusahaan, konferensi, seminar dan sebagainya
· Komunikasi
informal: Komunikasi yang terjadi didalam suatu organisasi atau perusahaan
yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat pengakuan
resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan perusahaan, Contohnya
desas-desus
· Komunikasi
nonformal: Konunikasi yang terjadi antara komunikasi formal dan informal,
yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi
atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau
perusahaan tersebut. Contohnya rapat tentang ulang tahun perusahaan
4. Komunikasi
Menurut Maksudnya
Menurut maksud
komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut:
· Berpidato
· Memberi Ceramah
· Memberi Prasaran
· Wawancara
· Memberi Perintah atau Tugas
5. Komunikasi
Menurut Ruang Lingkupnya
· Komunikasi Internal
: Komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup atau lingkngan
organisasi atau perusahaan yang terjadi diantara anggota organisasi atau
perusahaan tersebut saja.
Komunikasi
internal dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
a. Komunikasi vertical yang terjadi dalam bentuk komunikasi dari atasan kepada bawahan, misalnya perintah, teguran, pujian, dan sebagainya.
a. Komunikasi vertical yang terjadi dalam bentuk komunikasi dari atasan kepada bawahan, misalnya perintah, teguran, pujian, dan sebagainya.
b. Komunikasi
horizontal yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi / kantor diantara
orang-orang yang mempunyai kedudukan sejajar.
c. Komunikasi
diagonal yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi atau kantor diantara
orang-orang yang mempunyai kedudukan tidak sama pada posisi tidak sejalur
vertical.
· Komunikasi Eksternal
: Komunikasi yang berlangsung antara organisasi atau perusahaan dengan
pihak masyarakat yang ada diluar organisasi atau perusahaan
tersebut. Komunikasi eksternal dimaksudkan untuk mendapatkan pengertian,
kepercayaan, bantuan dan kerjasama dengan masyarakat.
Komunikasi
dengan pihak luar dapat berbentuk :
a. Eksposisi,
pameran, promosi, dan sebagainya
b. Konperensi
pers
c. Siaran
televise, radio dan sebagainya
d. Bakti social,
pengabdian pada masyarakat dan sebagainya.
6. Komunikasi
Menurut Aliran Informasi
· Komunikasi satu arah
(simplex): Komunikasi yang berlangsung satu pihak saja ( one way communication ). Pada umumnya komunikasi
ini terjadi dalam keadaan mendesak atau darurat,misal untuk menjaga kerahasiaan
· Komunikasi dua arah (two ways
communication): Dalam hal ini komunikasi diberi kesempatan untuk
memberikan respon atau feedback kepada komunikatornya.
· Komunikasi ke
atas: Komunikasi yang terjadi dari bawahan kepada atasa
· Komunikasi ke
bawah: Komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan
· Komunikasi ke samping:
Komunikasi yang terjadi diantara orang yang memiliki kedudukan sejajar
7. Komunikasi
Menurut Jaringan Kerja
Komunikasi
menurut jaringan kerja ini dapat dibedakan menjadi:
· Komunikasi jaringan kerja
rantai: Komunikasi terjadi menurut saluran hirarchi organisasi dengan
jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal
· Komunikasi jaringan kerja
lingkaran: Komunikasi terjadi melalui saluran komunikasi yang bebrbentuk
seperti lingkaran.
· Komunikasi jaringan
bintang: Komunikasi ini terjadi melalui satu sentral dan saluran yang
dilalui lebih pendek.
8. Komuniaksi
Menurut Peranan Individu
· Komunikasi individu dengan
individu lain
Komunikasi ini
terlaksana baik secara nonformal maupun informal, yang jelas individu yang
bertindak sebagai komunikator harus mempengaruhi perilaku individu yang lain
· Komunikasi antara individu
dengan lingkungan yang lebih luas
Komunikasi ini
terjadi karena individu yang dimaksud memiliki kemampuan yang tinngi untuk
mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.
· Komunikasi antara individu
dengan dua kelompok atau lebih
Dalam komunikasi
ini individu berperan sebagai perantara antara dua kelompok atau lebih,
sehingga dituntut kemampuan yang prima untuk menjadi penyelaras yang harmonis
9. Komunikasi
Menurut Jumlah Pelaku dalam Komunikasi Tersebut
Jumlah yang
berkomunikasi akan mempengaruhi proses komunikasi itu sendiri, disamping sifat
dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Untuk itu dapat dibedakan sebagai
berikut:
· Komunikasi perseorangan
Komunikasi yang
terjadi secara individual antara pribadi dengan pribadi dengan pribadi tentan
permasalahan yang bersifat pribadi juga. Dalam komunikasi ini dapat
dilaksanakan secara langsung maupun lewat telepon namun tetap terjadi secara
perseorangan
· Komunikasi kelompok
Komunikasi yang
berlangsung dalam suatu kelompok tentang masalah-masalah yang menyangkut
kepentingan banyak orang dalam kelompok
TEKNOLOGI INFORMASI DALAM KOMUNIKASI
BISNIS
KEUNTUNGAN MENGUASAI TEKNOLOGI
INFORMASI
Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam
bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan sesuatu yang patut
kita syukuri karena dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia dalam
mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakannya. Namun, tidak semua
kemajuan yang telah dicapai tersebut membawa dampak positif. Diantara kemajuan
yang telah dicapai tersebut ternyata dapat membawa dampak negatif bagi manusia.
Dibawah ini akan dipaparkan dampak positif (keuntungan) dan negatif(kerugian)
dari penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bidang sosial,
pendidikan, ekonomi, dan pemerintahan.
Dalam Bidang Sosial
Keuntungan :
1. Kemajuan teknologi komunikasi
yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang
lain.
Kerugian :
2. Dengan semakin pesatnya
komunikasi membuat bentuk komunikasi berubah yang asalnya berupa face
to face menjadi tidak. Hal ini dapat menyebabkan komunikasi menjadi
hampa.
3. Seseorang yang terus menerus
bergaul dengan komputer akan cenderung menjadi seseorang yang individualis.
4..Dengan pesatnya teknologi
informasi baik di internet maupun media lainnya membuat peluang masuknya
hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi, maupun kekerasan semakin mudah.
5. Kemajuan TIK juga pasti akan
semakin memperparah kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat antara orang
kaya dan orang miskin.
6. Maraknya cyber
crime yang terus membayangi seperti carding, ulah cracker, manipulasi
data dan berbagaicyber crime yang lainnya
7. Menurut Paul C Saettler dari
California State University, Sacramento, Satu hal yang pasti, interaksi anak
dan komputer yang bersifat satu (orang) menghadap satu (mesin) mengakibatkan
anak menjadi tidak cerdas secara sosial.
Dalam Bidang Pendidikan
Keuntungan :
1. Informasi yang dibutuhkan akan
semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
2. Inovasi dalam pembelajaran
semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learningyang semakin
memudahkan proses pendidikan.
3. Kemajuan TIK juga akan
memungkinkan berkembangnya kelas virtualatau kelas yang berbasisteleconference yang
tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
4. Sistem administrasi pada
sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem
TIK.
Kerugian :
1. Kemajuan TIK juga akan semakin
mempermudahterjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat
plagiatis akan melakukan kecurangan.
2. Walaupun sistem administrasi
suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi
suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
3. Salah satu dampak negatif
televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi
dalam waktu yang singkat (short span of attention).
Dalam Bidang Ekonomi
Keuntungan :
1. Semakin maraknya penggunaan
TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
2. Bisnis yang berbasis TIK atau
yang biasa disebut e-commercedapat mempermudah transaksi-traansaksi
bisnis suatu perusahaan atau perorangan
3. Dengan fasilitas pemasangan
iklan di internet pada situs-situs tertentu akan mempermudah kegiatan promosi
dan pemasaran suatu produk.
Kerugian :
1. Dengan mudahnya melakukan
transaksi di internet menyebabkan akan semakin memudahkan pula transaksi yang
dilarang seperti transaksi barang selundupan atau transaksi narkoba.
2. Hal yang sering terjadi adalah
pembobolan rekening suatu lembaga atau perorangan yang mengakibatkan kerugian
financial yang besar.
Dalam Bidang Pemerintahan
Keuntungan :
1. Teknologi Informasi dan
Komunikasi yang dikembangkan dalam pemerintahan atau yang disebut e-government membuat
masyarakat semakin mudah dalam mengakses kebijakan pemerintah sehingga program
yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan lancar.
2. e-governmentjuga dapat mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien,
dan bisa meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha dan
industri.
3. Masyarakat dapat memberi
masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang dibuaat oleh pemerintah sehingga
dapat memperbaiki kinerja pemerintah.
Kerugian :
1. Semakin bebasnya masyarakat
mengakses situs pemerintah akan membuka peluang terjadinya cyber crime yang
dapat merusak system TIK pada e-government. Misalnya kasus pembobolan situs KPU
ketika penyelenggaraan Pemilu oleh seorang cracker.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
INFORMASI DALAM KOMUNIKASI BISNIS
· Pemanfaatan TIK di Sektor
Bisnis
Bagi dunia
bisnis, jejaring telekomunikasi awalnya digunakan seperti halnya jejaring
listrik, distribusi air, dan jejaring utilitas lain. Ini merupakan sumber yang
penting, tetapi dulu perusahaan memiliki pengaruh yang kecil.
Perusahaan-perusahaan memiliki pilihan yang terbatas atas layanan yang
diperoleh dari penyediaan layanan yang dikelola secara monopoli. Hari ini, para
pengguna korporat meletakkan bersama keseluruhan jejaring di bawah kontrol
mereka, memotong-pintas jejaring publik sebagian atau seenuhnya. Deregulation
dan teknologi digital baru telah mengizinkan perusahaan untuk secara sadar
merancang dan mengoperasikan jejaring telekomunikasi internal dan privat untuk
meningkatkan posisi kompetitif mereka. Apa yang dulunya merupakan biaya untuk
menjalankan bisnis, sekarang menjadi sumber keuntungan kompetitif.
Layanan TIK sekarang digunakan oleh
semua sektor ekonomik, mulai dari pertambangan dan pertanian sampai layanan
finansial, manufaktur dan kepariwisataan. Jejaring privat ini hadir di semua
industri global, di mana perusahaan multinasional menjadi perusahaan jejaring.
Para pengguna bisnis berskala besar memiliki kebutuhan akan sistem yang
cost-effective, leluasa, aman, automated, terpadu dan terandalkan. Jika para
penyedia layanan lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan ini, dengan biaya yang
masuk akal, perusahaan-perusahaan besar memiliki pilihan untuk mengembangkan
sendiri jejaring privat.
Perusahaan multinasional telah dapat mengkoordinasikan
produksi dan marketing dengan sistem komunikasi berbasis satelit dengan
kapabilitas video-conferencing, untuk tujuan mengkoordinasikan pengembangan
produk dan disain manufaktur.
Perusahaan-perusahaan kecil lebih
terbatas kemampuannya untuk mengembangkan jejaring TIK sendiri ataupun untuk
menyewa, karena besarnya biaya. Ini menjadi pilihan yang ekonomik hanya jika
organisasi tersebut cukup besar untuk menimbulkan cukup trafik untuk
menghasilkan penghematan. Oleh karena ini, perusahaan-perusahaan global
merupakan pihak-pihak yang pertama yang mengadopsi TIK baru. Sektor-sektor yang
sangat bergantung pada TIK mencakup, antara lain perusahaan-perusahaan layanan
finansial.
Pada ruang lingkup yang lebih luas,
sebagai contoh pada lingkungan bisnis, kehadiran teknologi informasi mulai
disadari dapat menghadirkan berbagai solusi yang dapat membantu proses bisnis
yang ada. Departemen TI pada sebuah perusahaan mulai dibangun dan secara
konstan diminta untuk mengembangkan suatu layanan, mengembangkan suatu sistem,
dan mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis teknologi informasi
Manfaat & Dampak Teknologi
Informasi dan Komunikasi Terhadap Sektor Bisnis
Teknologi adalah sebuah sarana yang
diciptakan untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan
dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan teknologi diawali dengan pengubahan
sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Contohnya adalah penenmuan
prasejarah tentang kemampuan pengendalian api yang dulunya dapat menggunakan
gesekan batu dan penggunaan batang kayu. Serta seiring perkembangan zaman mulai
bermunculan alat teknologi lainnya seperti alat komunikasi berupa telepon,
pager dan masih terus berkembang hingga saat ini dan teknologi lainnya yang
diciptakan oleh para ahli.
Perkembangan teknologi ini pun
memunculkan sesuatu kegiatan yang disebut dengan bisnis. Bisnis dalam ilmu
ekonomi diartikan berupa kegiatan menjual barang dan jasa kepada konsumen
dengan tujuan mendapat untung/laba.
Penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Di zaman modern seperti sekarang ini
kebutuhan akan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa
perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkunga kerja. Penerapan teknologi
informasi dan komunikasi menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja, misalnya
adalah penerapan Enterprice Resource Planning (ERP), yaitu merupakan salah satu
aplikasi lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan
Kita telah melihat perkembangan
teknologi informasi (TI) yang luar biasa selama beberapa dekade terakhir. Tapi
sayangnya masih banyak usaha retail atau bahkan suatu perusahaan yang belum
menerapkan teknologi informasi agar siap bersaing di masa yang akan
datang.Secara umum istilah teknologi informasi lebih dikenal dengan istilah komputerisasi.
Mulai dari input data, proses data, menyimpan data, dan mendistribusikan data.
Yang semuanya itu dilakukan oleh komputer sehingga akan berjalan secara
otomatis dan tidak dikerjakan lagi secara manual.
Dampak yang jelas terlihat dari kemajuan
teknologi bagi perusahaan yang paling nyata adalah keefektifan kerja, dapat
mengurangi biaya yang tidak diharapkan dan dapat meningkatkan fleksibilitas dan
jaringan komunikasi yang luas. Hal ini akan terlihat dalam alur bisnis yang
menjadi lebih terorganisir dan tersentralisasi.
Teknologi informasi dapat diterapkan
pada semua jenis usaha dan telah menjadi kebutuhan dasar mulai dari perusahaan
kecil hingga perusahaan besar dan toko retail sekalipun. Sehingga sudah saatnya
setiap perusahaan dan bisnis di Indonesia menggunakan jasa pembuatan program
untuk mulai menerapkan teknologi informasi dalam usaha mereka agar dapat
bersaing dengan perusahaan lain.
Penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Dalam dunia bisnis teknologi informasi
dan komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau yang lebih
dikenal dengan sebutan E-Commere, yaitu pusat perdagangan menggunakan jaringan
komunikasi internet (secara online).
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Bagi Dunia Bisnis
· Pemanfaatan Teknologi
Informasi di Sektor Bisnis.
Bagi dunia bisnis, jejaring
telekomunikasi awalnya digunakan seperti halnya jejaring listrik, distribusi
air, dan jejaring utilitas lain.
Layanan teknologi sekarang digunakan
oleh semua sektor ekonomik, mulai dari pertambangan dan pertanian sampai
layanan finansial, manufaktur dan kepariwisataan.
Perusahaan multinasional telah dapat
mengkoordinasikan produksi dan marketing dengan sistem komunikasi berbasis
satelit dengan kapabilitas video-conferencing, untuk tujuan mengkoordinasikan
pengembangan produk dan disain manufaktur.
Perusahaan-perusahaan kecil lebih
terbatas kemampuannya untuk mengembangkan jejaring Teknologi sendiri ataupun
untuk menyewa, karena besarnya biaya. Ini menjadi pilihan yang ekonomik hanya
jika organisasi tersebut cukup besar untuk menimbulkan cukup trafik untuk
menghasilkan penghematan. Oleh karena ini, perusahaan-perusahaan global
merupakan pihak-pihak yang pertama yang mengadopsi Teknologi baru.
Sektor-sektor yang sangat bergantung pada TIK mencakup, antara lain
perusahaan-perusahaan layanan finansial.
Pada ruang lingkup yang lebih luas,
sebagai contoh pada lingkungan bisnis, kehadiran teknologi informasi mulai
disadari dapat menghadirkan berbagai solusi yang dapat membantu proses bisnis
yang ada. Departemen Teknologi informasi pada sebuah perusahaan mulai dibangun
dan secara konstan diminta untuk mengembangkan suatu layanan, mengembangkan
suatu sistem, dan mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis teknologi informasi.
· Peran Teknologi Informasi
dalam meningkatkan keunggulan Kompetitif
Perusahaan di masa era informasi seperti
abad 21 ini adalah masa transformasi yang revolusioner, kinerja perusahaan
tidak hanya dinilai dari sisi financial dan aktiva tetapi membahas segala aspek
yang harus menyediakan cost leadership, diffrention, dan focus. Era informasi
perusahaan lebih responsif untuk menjawab tantangan pasar, persiapan untuk
menghadapi tantangan perusahaan saat ini banyak mulai memutuskan untuk
outsourcing untuk memperbaiki kinerja perusahaan.
· Era Globalisasi
Perkembangan teknologi informasi telah
berkembang luar biasa hebatnya baik dari sisi perangkat keras, perangkat lunak,
atau sumber daya manusia yang mendayagunakannya. Saat ini kehidupan manusia
mulai bergeser ke kehidupan komputasi persasif, suatu kehidupan yang meletakkan
teknologi informasi sebagai bagian dari kehidupan manusia kapan dan dimana
saja. Hal ini dapat diilihat dari perilaku manusia yang sudah mulai terbiasa
dengan komputer, sudah mulai terbiasa dengan internet, dan sudah mulai merasakan
bahwa sekumpulan kebutuhannya dapat dibantu oleh teknologi informasi.
· Komunikasi Bisnis dengan
Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Persaingan yang keras dalam dunia bisnis
tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan yang dapat menangani akan hal itu
diberbagai situasi yang menantang. Semua bisnis tentunya juga membutuhkan semua
informasi yang sangat aktual, cepat dan dapat dipercaya, yang mana bisa semua
permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan melalui Teknologi Informasi dan
Komunikasi ( ICT ). Dimana jaringan komunikasi pada saat ini menjadi lebih
mudah, luas, cepat dan akurat informasinya. Hal itu guna mempertahankan
pelanggan, pemasok, dan dalam menghadapi persaingan. Dan dalam era globalisasi
abad 21 ini komunikasi tidak hanya didapat dengan mengunakan telepon atau
surat-menyurat melainkan dapat menggunakan jaringan internet dan smartphone.
Komunikasi yang efektif dalam
organisasi binis perusahaan.
Komunikasi Bisnis yang efektif
diperlukan oleh semua organisasi bisnis dalam upaya mencapai tujuannya.
Organisasi bisnis yang produktif ditunjang oleh penguasaan komunikasi bisnis
para anggota organisasinya, baik penguasaan komunikasi verbal (lisan dan
tulisan),maupun komunikasi non-verbal. Fakta empiris dalam dunia organisasi
menunjukkan bahwa sebagain besar anggota organisasi melakukan pekerjaannya
dengan melakukan komunikasi.
Dalam kehidupan organisasi bisnis,
keberadaan tim kerja semakin banyak, pemakaian tim kerja diharapkan dapat
menciptakan sinergi yang positif. Penjumlahan aggota dalam tim akan
memungkinkan menghasilkan output yang lebih besar dibandingkan output total
yang dikerjakan oleh masing-masing individu. Tidak peduli seberapa berbakatnya
seseorang, betapapun unggulnya sebuah tim atau seberapapun kuatnya kasus hukum,
keberhasilan tidak akan diperoleh tanpa penguasaan keterampilan komunikasi yang
efektif. Keterampilan melakukan komunikasi yang efektif akan berperan besar
dalam mendukung pencapaian tujuan dari seluruh aktivitas. Untuk dapat melakukan
komunikasi yang efektif, maka kemampuan untuk mengirimkan pesan atau informasi
yang baik, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik, serta keterampilan
menggunakan berbagai media atau alat audio visual merupakan bagian yang sangat
penting.
Fungsi Teknologi Bagi Perusahaan
1. Fungsi Operasional: Fungsi operasional teknologi ini mengakibatkan struktur organisasi
perusahaan menjadi lebih ramping karena hampir seluruh bagian perusahaan telah
menggunakan teknologi dalam perusahaan tersebut.
2. Fungsi Planning dan
Decision: Dalam hal ini, teknologi
berfungsi sebagai knowledge generator para pemimpin perusahaan untuk mengambil
keputusan. Jadi, para pemimpin perusahaan yang sedang dihadapkan untuk
mengambil keputusan, mereka akan mencari berbagai hal yang bisa menjadi
landasan pengambilan keputusan tersebut lewat teknologi agar mereka memiliki
alasan yang kuat dalam mengambil keputusan tersebut.
3. Fungsi
Communication: Teknologi berfungsi sebagai
media komunikasi tiap individu perusahaan. Jadi, dalam hal ini individu
perusahaan dapat berinteraksi dengan perusahaan lain untuk berkolaborasi, dan
sebagainya. Teknologi dalam fungsi communication ini juga dapat dijadikan
sebuah media promosi kepada para pelanggan.
Peranan Teknologi Untuk Perusahaan
Teknologi memiliki peranan tersendiri
bagi perusahaan, yaitu:
1. Menunjang kegiatan
operasional perusahaan
Kegiatan operasional perusahaan kini
tidak memerlukan lagi cara-cara manual yang tentunya mempersulit tenaga kerja
perusahaan tersebut. Karena kini teknologi pun bisa menyeimbangi bahkan
melebihi kekuatan manusia. Kini para tenaga kerja dan pelaku bisnis tidak
melakukan segala kegiatan operasional perusahaan secara keseluruhan. Mereka
hanya perlu melengkapi untuk melakukan hal-hal yang mungkin memang belum bisa
dilakukan oleh teknologi tersebut. karena sehebat-hebatnya teknologi, tentu
memiliki kekurangan sendiri.
2. Mempermudah kegiatan
perusahaan dengan berbagai aplikasi
Dengan berkembanganya teknologi, tentu
bermunculan berbagai aplikasi yang dapat digunakan oleh perusahaan. Sebagai
contoh ialah aplikasi sistem akuntansi. Dengan adanya aplikasi tersebut,
perusahaan tidak perlu mengharuskan tenaga kerjanya melakukan perhitungan
akuntansi secara manual, karena aplikasi tersebut bisa membantu dalam
menghitung keuangan perusahaan bahkan lebih akurat. Manusia hanya tinggal
memasukkan data-data keuangan, kemudia aplikasi tersebut mengolah data keuangan
tersebut hingga menghasilkan laporan yang diinginkan perusahaan tanpa
menyulitkan manusia itu sendiri. Begitupun dengan aplikasi-aplikasi lainnya
yang memiliki fungsi masing-masing.
3. Mempercepat perolehan
informasi mengenai hal-hal yang dibutuhkan perusahaan
Teknologi masa kini bahkan sudah bisa
terhubung dengan internet. Dan akses internet di zaman sekarang sangatlah
mudah. Dengan adanya internet tersebut, memungkinkan perusahaan untuk
mengetahui perkembangan bisnis yang ada didunia. Perusahaan juga bisa mencari
data-data atau informasi yang mungkin dibutuhkan untuk proses perkembangan
kemajuan perusahaan tersebut dengan mudah dan cepat. Selain itu, perusahaan
juga bisa berkomunikasi dengan para pelaku bisnis lainnya melaui internet.
4. Mempermudah untuk
menjalankan aktivitas
Semakin teknologi tersebut berkembang,
semakin mudah pula cara pengoperasian teknologi tersebut. Dengan mudahnya dalam
mengakses teknologi, maka aktivitas pekerjaan yang dilakukan dengan teknologi
tersebut pun terasa ringan dan mudah untuk dijalankan.
5. Menghemat waktu pekerja
dan pelaku bisnis
Dengan adanya teknologi, pekerja atau
pelaku bisnis pun akan lebih cepat dalam melakukan aktivitasnya. Karena proses
yang dilakukan oleh teknologi biasanya lebih cepat jika dibangdingkan dengan
proses yang dilakukaan oleh manusia itu sendiri. Oleh karena itu, dengan adanya
teknologi, waktu pun tidak akan terbuang banyak dalam melakukan suatu aktivitas
perusahaan.
Dampak negatif Perkembangan Teknologi
bagi perusahaan
Kemajuan teknologi tentu membawa
pengaruh yang besar terhadap perusahaan. Terutama jika perusahaan tersebut
memanfaatkannya dalam aktivitas operasional perusahaannya. Namun, pengaruh yang
dibawa oleh teknologi tidak hanya pengaruh yang baik seperti halnya feedback
yang dirasakan apabila perusahaan menggunakan teknologi tersebut. Melainkan
juga ada pengaruh buruknya bagi perusahaan, antara lain:
1. Kurangnya hubungan antara
pelanggan dengan manajemen perusahaan
Karena kemudahan teknologi, terkadang
manajemen perusahaan lebih banyak menggunakan telepon dibanding berhubungan
langsung dengan pelanggannya. Sehingga terkadang manajemen perusahaan tersebut
tidak mengetahui apakah pelanggan merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan
para tenaga kerjanya atau tidak.
2. Kemungkinan terjadi
penyalahgunaan data untuk kepentingan pribadi
Karena teknologi kini semakin canggih,
maka tidak menutup kemungkinan bila ada orang yang menyalahgunakaan kegunaan
teknologi tersebut. Seperti pengambilan data untuk keperluan pribadinya.
Padahal bisa saja data tersebut rahasia. Namun karena teknologi yang semakin
berkembang, orang tersebut bisa melakukan semua itu secara sembunyi.
3. Perlindungan hak cipta
sulit diwujudkan
Sekumpulan data yang disimpan perusahaan
bisa saja dicopy oleh orang lain yang memiliki niat tertentu sehingga data
tersebut bisa tersebar tanpa ada hak cipta perusahaan yang membuatnya.
4. Ketergantungan pada
teknologi
Karena mudahnya penggunaan teknologi,
terkadang manusia menjadi lebih bergantung pada teknologi tersebut. Padahal
bisa saja suatu saat apabila sedang melakukan aktivitas, tiba-tiba teknologi
tersebut rusak atau mati sehingga aktivitas perusahaan pun turut berhenti
karena manusia-manusianya terbiasa melakukan aktivitas dengan teknologi.
PERENCANAAN PESAN-PESAN BISNIS
Perencanaan
bisnis merupakan satu langkah strategis bagi pencaaian tujuan suatu organisasi
secara menyeluruh. Pesan-pesan bisnis yang terencana dengan baik mempermudah
pencapaian tujuan komunikasi. Makalah ini akan menjelaskan tentang perencanaan
pesan-pesan bisnis yang difokuskan pada perencanaan pesan-pesan bisnis secara
tertulis
Yang termasuk
perencanaan pesan-pesan bisnis adalah :
1. Pemahaman Proses
KomposisiPenyusunan proses komposisi seperti halnya proses menciptakan
lagu;merencanakan lagu, membuat aransemen dan menentukan musisinya hinnga
melakukan revisi-revisi hingga lagu enak didengar. Begitu juga proses
penyusunan pesan-pesan bisnis; perencanaan, pengorganisasian, dan revisi.
2. Perencanaan: Beberapa hal
perlu diperhatikan dalam perencanaan diantaranya maksud komunikasi, sasaran
audiens, ide pokok, saluran yang digunakan.
3. Pengorganisasian: Organisasi
dan komposisi erat kaitannya dengan penyusunan kata kalimat, dan paragraf perlu
diperhatikan penggunaan kata, kalimat, dan paragraf yang sederhana, mudah
dimengerti, dan dilaksanakan.
4. Revisi; Seluruh maksud
dan isi pesan ditelaah kembali dari substansi pesan yang akan
disampaikan,gayapenulisa, struktur kalimat, dan bagaimana tingkat pemahaman. Pengecekan
dilakukan agar pesan tersampaikan sesuai perencanaan.
5. Penentuan Tujuan: Tahap
pertama dalam merencanaka suatu pesan bisnis adalah memikirkan maksud atau
tujuan komunikasi. Untuk dapat melakukan hal itu, pertama anda harus menentukan
tujuan yang jelas sesuai tujuan organisasi.
6. Mengapa tujuan harus
jelas: Penentuan tujuan yang jelas bagi suatu organisasi akan dapat
membantu proses pengambilan keputusan yang mencakup antara lain :
keputusan untuk meneruskan pesan
keputusan untuk menanggapi audiens
keputusan untuk memusatkan isi pesan
7. Tujuan komuikasi
bisnis: Secara umum ada tiga tujuan komunikasi bisnis yaitu : memberi
informasi, persuasi, dan melakukan kolaborasi
8. Cara menguji
tujuan: Untuk menguji apakah suatu tujuan yang telah ditetapkan tersebut
sudah baik atau belum perlu pengujian dengan empat pertanyaan berikut.
- apakah tujuan tersebut realistik
- apakah waktunya tepat
- apakah orang yang mengirimkan pesan sudah tepat
- apakah tujuannya selaras dengan tujuan orgsnisasi
perusahaan
9. Analisis Audiens: Bila
suatu komunikasi telah memiliki maksud dan tujuan yang jelas, langkah
berikutnya adalah memperhatikan audiens yang akan dihadapi.
· Cara mengembangkan profil
audiens.
Mengembangkan
suatu profi audiens boleh dikatakan gampang – gampang susah. Penentuan profil
audiens dalam hal ini tidak akan mengalami kesulitan karena audiens adalah
orang – orang yang sudah dikenal, akantetapi akan menjadi sulit bila belum.dalam kasus ini komunikator perku melakkukan
investigasi untuk mengantisipasi reaksi mereka.
+ Menentukan
ukuran serta komposisi audiens
+ Siapa audiens
+ Reaksi audiens
+ Tingkat
pemahaman audiens
+ Hubungan
komunikator dengan audiens
· Cara memuaskan audiens akan
kebutuhan informasi
Kunci komunikasi
yang efektif adalah dengan menentukan kebutuhan informasi audiens dan
selanjutnya berusaha memenuhi kebutuhan tersebut dengan lima tahap di bawah ini
;
cari apa yang
diingikan oleh audiens
antisipasi
pertanyaan yang tidak diungkapkan
berikan semua
informasi yang diperlukan
pastikan bahwa
informasinya akurat
tekankan ide –
ide yang menarik bagi audiens
· Cara memuaskan kebutuhan
motivasional audiens
Ada
kecenderungan bahwa audiens tidak mau mengubah sesuatu yang ada dengan hal yang
lebih baru. Cara mengatasinya adalah dngfan mengatur pesan – pesan sedemikian
rupa sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima audiens dengan mudah.
Pendekatan yang dapa deliakukan adalah dengan memberikan argumentasi yang
bersifat rasional. Meskipun pendekatan argumentasi merupakan cara yang baik,
perlu juga untuk mencoba menggunakan pendekatan emosi.
10.
Penentuan Ide Pokok
Setelah
menganalisis tujuan dan audiens delanjutnya adalah menentuka cara mencapai
tujuan tersebut. Setiap pesan bisnis akan bermuara pada satu tema pokok yaitu
ide pokok.
Sebelum
menentukan ide pokok hal – hal penting yang harus diidentifikasikan terlebih
dahulu:
– Teknik Curah
Pendapat
beberapa teknik
curah pendapat yang dapat digunakan antara lain :
storyteller’s
tour
random list
cfr (conclusions
findings recomendation) worksheet
journalist
approach
question and
answer approach
– Pembatasan
Cakupan
Penyajian
informasi rutin terhadap audiens hendaknya menggunakan kata-kata yang singkat.
Ide pokok dari pesan-pesan disesuaikan dengan waktu yang tersedia sehingga poin
yang penting tidak terabaikan selain itu ide pokok yang disampaikan harus mudah
dimengerti dan diterima oleh audiens.
11.
Seleksi saluran dan media
Ide pokok dari
pesan – pesan bisnis dapat disampaikan melalui dua saluran yaitu saluran lisan
atau oral atau tertulis.
·
Komunikasi Lisan: Salah
satu kebaikan dari komunikasi lisan adalah kemampuan memberikan feedback dengan
segera. Kelebihan lain adalah sifatnya yang ekonomis. Pendekatan lisan juga
bermanfaat apabila yang disajikan adalah informasi kontroversial karena reaksi
audiens dapat terbaca dari bahasa isyarat mereka.
·
Komunikasi
Tertulis: Salah satu kelebihan komunikasi tertulis adalah peneulis
mempunyai keempatan untuk merencanakan dan mengendalikan pesan – pesan mereka.
Suatu format tulisan diperlukan jika informasi disampaikan kompleks dan
dibutuhkan catatan permanan untuk referensi.
PENGORGANISASIAN
DAN REVISI PESAN-PESAN BISNIS
I. Pengorganisasian
Melalui Outline
Outline membantu
untuk memvisualisasikan hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang
lainnya. Outline juga akan menuntun kita untuk mengomunikasikan ide-ide dengan
cara yang lebih sistematik, efisien, dan efektif. Melalui perencanaan yang
baik, outline akan membantu untuk mengekspresikan transisi antara ide-ide sehingga
audiens akan mengerti dan memahami pemikiran komunikator.
Susunan outline
yaitu:
1. Mulai dengan ide pokok
Ide pokok akan
membantu untuk menetapkan tujuan strategi umum dari suatu pesan. Ide pokok
merupakan titik awal untuk membuat outline.
2. Menyatakan
poin-oin pendukung yang penting
Selanjutnya
menyusun poin-poin pendukung yang penting sebagai pendukung ide-ide pokok
tersebut.
3. Ilustrasi dengan bukti-bukti
Tahap ketiga
dalam menyusun outline adalah memberikan ilustrasi dengan mengemukakan
bukti-bukti yang berhasi dikumpulkan. Semakin banyak bukti-bukti yang dapat
disajikan, outline yang dibuat akan menjadi semakin baik.
II. Pemilihan
Kata yang Tepat
Dalam
menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada audiens, peran kata menjadi penting. Penggunaan
kata yang sama sekali tidak diketahui sangat asing bagi audiens bukan saja
pemborosan atau membuang-buang waktu, tetapi penyampaian maksud/tujuan
komunikasi menjadi terganggu.
Oleh karena itu
perlu diperhatikan hal-hal berikut:
1. Pilih
kata yang familiar/dikenal
2. Pilihlah
kata-kata yang singkat
3. Hindari
kata-kata yang bermakna ganda
III. Membuat
Kalimat yang Efektif
Kalimat haruslah
disusun secara efektif agar pesan yang disampaikan mudah dimengerti. Kalimat
efektif adalah bentuk kalimat yang disusun untuk mencapai informasi yang tepat.
Dalam menyusun suatu kalimat perlu diperhatikan tiga hal, yaitu:
1. Kesatuan
pikiran
2. Kesatuan
susunan
3. Kelogisan
SUMBER
x
Tidak ada komentar:
Posting Komentar