Kekuatan,
Kelemahan, Peluang, dan Ancaman Koperasi Yang Akan Datang
(Analisis
SWOT)
Perumusan
SWOT ditujukan sebagai dasar pembuatan strategi. Analisa SWOT adalah pola
evaluasi yang mengklasifikasikan kondisi koperasi dengen SWOT yaitu Streght (
Kekuatan) Weakness ( Kelemahan koperasi Kita ) Oportunity ( Peluang Koperasi
kita) dan threat ( ancaman pada Koperasi ) . Pengurus harus mengkalsifikasikan
hal2 ditas menjadi sebuah tabel yang kemudian dijadikan dasar sebagai
pengambilan keputusan dalam renstra koperasi.Seorang pengurus koperasi harus
paham betul kondisi koperasinya, Pengurus harus mampu melakukan forecasting
atau peramalan kondisi kedepan. Dari forecasting ini kemudian di rumuskan
asumsi-asumsi yang relevan. Dari pemetaan kondisi dan permalahan inilah
kemudian di rumuskan analisi SWOT Koperasi. Proses pertama yang harus dilakukan
adalah evaluasi diri, dari sini akan ditemukan "strengths" dan
weaknesses serta sumberdaya organisasi. Kemdian analisa kondisi eksternal,
seperti kondisi pasar, social, ekonomi dan budaya akan meminculkan
opportunities dan threats. Analisis ini akan berlanjut dengan penggambaran
matrik SWOT yang mengilustrasikan empat kemungkinan strategi yaitu :
1. Strength
(S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau
program pada saat ini.
2. Weakness
(W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau
program pada saat ini.
3. Opportunity
(O), adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar organisasi dan
memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan.
4. Threat
(T), adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari
luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan.
Menentukan target Koperasi.
Setelah
analis SWOt koperasi selesai dilakukan langjah berikutnya adalah menntukan
target. Fase ini merupakan salah satubagian terpenting dari penyusunan strategi
koperasi. Target ini diperoleh dari proses telaah realistis terhadap analisa
SWOT yang telah ditentukan sebelumnya dan target koperasi harus diyakini oleh
seluruh komponen organisasi koperasi, bahwa koperasi mampu mencapainya.
Perumusan Strategi Koperasi
Perumusan Strategi Koperasi
Fase
ini adalah upaya penyusunan siasat untuk menyelesaikan permasalahan koperasi
sekaligus cara untuk pencapaian target koperasi.
Hasil
Renstra Koperasi biasanya berupa Garis-Garis Besar program Kerja ( GBPK )
Koperasi yang juga harus disertai dengan Perencanaan Anggaran Pendapatan dan
Belenja Koperasi ( APBK) hasil perumusan Renstra akan dibaha dan Disahakan di
RAT Koperasi
Sedangkan
pengembangan koperasi dalam analisis SWOT menurut Freddy Rangkuti (1997)
sub-sub bagian dari analisis SWOT meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan
ancaman dengan berbagai indikator.
1.
Kekuatan dengan indikator :
a.
Telah memiliki badan hukum.
b.
Stukur organisasi yang sesuai dengan eksistensi koperasi.
c.
Keanggotaan yang terbuka dan sukarela.
d.
kekurangan pelanggan cukup kecil.
e.
Biaya rendah.
f.
Kepengurusan yang demokratis.
g.
Banyaknya unit usaha yang dikelola.
2.
Kelemahan dengan indikator :
a.
Lemahnya stuktur permodalan koperasi.
b.
Lemahnya dalam pengelolaan/manajemen usaha.
c.
Kurang pengalaman usaha.
d.
Tingkat kemampuan dan profesionalisme SDM koperasi belum memadai.
e.
Kurangnya pengetahuan bisnis para pengelola koperasi.
f.
Pengelola yang kurang inovatif.
g.
Kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang usaha yang
dilakukan.
h.
Kurang dalam penguasaan teknologi.
i.
Sulit menentukan bisnis inti.
j.
Kurangnya kesadaran anggota akan hak dan kewajibannya (partisipasi anggota
rendah).
3.
Peluang dengan indikator
a.
Adanya aspek pemerataan yang diprioritaskan oleh pemerintah.
b.
Undang-Undang nomor 25 tahun 1992, memungkinkan konsolidasi koperasi primer ke
dalam koperasi sekunder.
c.Kemauan
politik yang kuat dari pemerintah dan berkembangnya tuntutan masyarakat untuk
lebih membangun koperasi.
d.
Kondisi ekonomi cukup mendukung eksistensi koperasi.
e.
Perekonomian dunia yang makin terbuka mengakibatkan makin terbukanya pasar
internasional bagi hasil koperasi Indonesia.
f.
Industrialisasi membuka peluang usaha di bidang agrobisnis, agroindustri dan
industri pedesaan lainnya.
g.
Adanya peluang pasar bagi komoditas yang dihasilkan koperasi.
h.
Adanya investor yang ingin bekerjasama dengan koperasi.
i.
Potensi daerah yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan koperasi.
j.
Dukungan kebijakan dari pemerintah.
k.
Undang-Undang nomor 12 tahun 1992, tentang sistem budidaya tanaman mendorong
diversifikasi usaha koperasi.
l.
Daya beli masyarakat tinggi.
4.
Ancaman dengan indikator :
a.
Persaingan usaha yang semakin ketat.
b.
Peranan Iptek yang makin meningkat.
c.
Masih kurangnya kepercayaan untuk saling bekerjasama dengan pelaku ekonomi lain
dan antar koperasi.
d.
Terbatasnya penyebaran dan penyediaan teknologi secara nasional bagi koperasi.
e.
Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang koperasi serta kurangnya
kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.
f.
Pasar bebas.
g.
Kurang memadainya prasarana dan sarana yang tersedia di wilayah tertentu,
misalnya lembaga keuangan, produksi dan pemasaran.
h.
Kurang efektifnya koordinasi dan sinkronasi dalam pelaksanaan program pembinaan
koperasi antar sektor dan antar daerah.
i.
Persepsi yang berbeda dari aparat pembina koperasi.
j. Lingkungan usaha yang tidak kondusif.
k. Anggapan masyarakat yang masih negatif terhadap
koperasi.
l. Tarif harga yang ditetapkan pemerintah.
m. Menurunnya daya beli masyarakat. Koperasi
Persiapan dalam melakukan analisis SWOT
Sebelum anda melakukan diagnosis terhadap organisasi
anda, maka yakinkan dulu bahwa seluruh informasi yang berkaitan dengan
organisasi telah dengan mudah anda dapatkan (termasuk SDM anggota anda). Hal
ini agar menghindari kesalahan dalam melakukan diagnosis organisasi.
Informasi-informasi tersebut didapatkan dengan cara melibatkan seluruh pelaku
organisasi, sehingga para anggota organisasi pun terbuka terhadap segala
kompetensi yang mereka miliki, yang nantinya sangat bermanfaat bagi organisasi.
Selanjutnya, janganlah bersikap otoriter dalam
mengambil data untuk didiagnosis. Karena jika ada pemimpin yang otoriter dan
tidak mampu menampilkan data yang otentik, maka akan terjadi kesalahan dalam
mendiagnosis yang berdampak pada kesalahan mengambil strategi kedepan untuk
organisasi. Untuk itu bersikap terbukalah dan demokratis terhadap seluruh
pelaku organisasi. Dan penting diketahui bahwa dalam melakukan analisis SWOT,
pengetahuan dan pemahaman akan visi/ misi organisasi harus diketahui secara
baik, sehingga analisis akan mengarah pada pencapaian tujuan organisasi.
Matriks SWOT
Yang anda lakukan selanjutnya yakni mendata seluruh
indikasi organisasi secara jelas, sehingga memudahkan dalam mencari strategi
yang tepat dan efektif. Untuk memudahkan menganalisis gunakanlah matriks SWOT.
Matriks SWOT adalah alat untuk menyusun faktor-faktor strategis organisasi yang
dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi
organisasi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya.
Analisis ini dalam dunia kedokteran dimisalkan sebagai sebuah alat diagnosa
untuk mendeteksi dan menemukan jenis penyakit pada pasien, dengan cara
menampung/mendata terlebih dahulu keluhan-keluhan yang diutarakan pasien.
Dalam menyajikan matrik SWOT, Kekuatan (Strengths)
harus didata oleh pelaku organisasi. Dengan kata lain menampung seluruh
kekuatan lembaga atau organisasi yang mencakup SDM, kantor atau sekretariat,
jaringan dan sarana prasarana yang dimiliki. Kelemahan (Weaknesses) juga
mencakup yang kelemahan-kelemahan internal organisasi yang demikian itu.
Sehingga Strengths dan Weaknesseses adalah kondisi internal lembaga yang
dirasakan atau ditemukan saat ini. Setelah itu pikirkan dan lihatlah di luar
organisasi (lingkungan masyarakat dan sekitarrnya) begitu banyak Kesempatan
(Opportunities), segera anda tuliskan lalu data potensi eksternal itu. Adapun
kondisi eksternal yang mengusik eksistensi lembaga anda berupa Ancaman
(Threats) juga perlu anda data. Untuk memudahkan anda dalam pendataan, anda
dapat menggunakan tabel diagnosis SWOT.
Kita dapat memerinci lebih banyak untuk setiap
unsur-unsur di atas sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Pernyataan Kekuatan
dengan menyatakan kondisinya sehat dan memiliki harta kekayaan yang cukup bisa
tidak relevan atau menurut skala Lickert hanya punya point rendah saja. Yang
utama untuk disebut sebagai Kekuatan adalah : “Memiliki laboratorium dan uji
produk untuk meningkatkan kualitas produk yang telah disertifikasi”. Pernyataan
kekuatan ini bisa memiliki skore tinggi dibanding lainnya. Keterjebakan dalam
merancang SWOT adalah menuliskan semua kekuatan sebagai faktor penting, padahal
pernyataan yang dibuat relevansinya rendah dengan tujuan atau sasaran SWOT.
Ketidaktepatan ini menimbulkan persepsi bahwa kekuatan yang disebutkan,
faktanya tidak digunakan untuk mengatasi ancaman atau untuk memperkuat peluang.
Demikian juga, terlalu unik dan spesifik, membatasi pernyataan strategi menjadi
kaku dan sulit dikembangkan.
Demikian pula dengan “Ancaman”. Jika orientasi
perusahaan bukan pasar ekspor dan tidak ada dan tidak akan terjadi serbuan
barang impor, maka kebutuhan terhadap sumber daya berkualitas berada pada nomor
urut ke sekian dan produk yang tidak memenuhi syarat ekspor sama sekali bukan
ancaman. Bisa jadi kelemahannya pada harga atau kebijakan penjualan
(Kelemahan). Di sinilah pentingnya menegasi tujuan pembuatan SWOT. Namun, jika
tujuan perusahaan dalam analisis SWOT adalah perluasan pasar, maka perusahaan
sehat dan modal berlimpah menjadi relevan dan memiliki skor tinggi. Tapi, jika
punya peluang penawaran dari kreditor karena kekuatannya adalah relasi dengan
bank terjalin baik, maka skor ini bisa lebih tinggi dari modal berlimpah.
Kolom berikutnya, yaitu kolom di tengah adalah untuk
pernyataan Strategi. S-T Strategy adalah pernyataan untuk memanfaatkan kekuatan
dengan melihat peluang. Pada contoh di atas, maka pernyataan strateginya
berfokus pada pemanfaatan laboratorium untuk menelaah produk berkualitas
ekspor. Demikian juga S-T, W-O, dan W-T adalah bentuk-bentuk strategik untuk
menjelaskan.Setelah kita isi semua kolom, maka tandai yang sama dan ambil salah
satu. Dari sini kita akan mendapatkan pernyataan strategi yang relevan untuk
ditindaklanjuti.
Apabila kita belum menemukan secara spesifik sewaktu
membuat SWOT, maka pernyataan strateginya akan lebih bersifat global dan tidak
jelas langkah taktis apa yang ditemukan. Namun, jika yang kita buat tepat, maka
peluang untuk mendapatkan pemahaman baru yang sebelumnya tidak tampak, akan
terlihat dengan memerinci dan menganalisis dengan model ini.
Untuk mendapatkan analisis yang baik, lakukan proses
analisis SWOT berkali-kali, buang yang tidak relevan dan peluang untuk
mendapatkan strategi yang lebih akurat/relevan muncul. Kita bisa membandingkan
dengan asumsi awal yang biasanya sudah masuk ke dalam pikiran sebelum SWOT ini
dibuat.
SWOT untuk organisasi
Dalam sebuah organisasi biasanya setiap awal periode
kepengurusan akan dilaksanakan pembuatan rencana program kerja, untuk itu
biasanya akan dilakukan sebuah analisis kondisi mengenai suatu organisasi
tersebut. Analisis SWOT biasanya dicantumkan dalam GBHK (Garis-garis Besar
Haluan Kerja) yang menjelaskan tentang kondisi lingkungan organisasi baik
kondisi internal maupun external.
Analisis SWOT ini merupakan sebuah “penyelidikan”
tentang situasi dan kondisi dalam suatu lingkungan. Contohnya adalah:
“Ada sebuah organisasi yang akan membuat program
kerja, untuk itu mereka harus tahu tentang kondisi organisasi mereka dan
lingkungan dimana organisasi itu berada. Untuk itu mereka melakukan analisis
SWOT, pertama S, yaitu dengan mengetahui kekuatan organisasi –dalam hal ini,
kekuatan bisa diartikan sebagai kondisi yang menguntungkan untuk organisasi- tersebut.
Misalnya, pengurus yang setia terhadap organisasi, atau kas organisasi yang
banyak, dll. Kedua W, yaitu dengan mengetahui kelemahan organisasi –dalam hal
ini, kelemahan bisa diartikan sebagai suatu kondisi yang merugikan untuk
organisasi- tersebut. Misalnya, kondisi anggota yang tidak aktif, dana yang tak
ada, dll.
Ketiga O, yaitu dengan mengetahui kesempatan
organisasi – dalam hal ini bisa diartikan sebagai suatu hal yang bisa
menguntungkan jika dilakukan namun jika tidak diambil bisa merugikan, atau
sebaliknya. Misalnya, sumber dana ada bila diminta. Keempat T, yaitu dengan
mengetahui ancaman organisasi – dalam hal ini bisa diartikan sebagai suatu hal
yang akan menghambat atau mengancam selama perjalanan kepengurusan. Misalnya,
banyak pengurus dan anggota yang tidak aktif.
Setelah dilakukan analisis SWOT maka jadi mengetahui
kondisi nyata apa yang terjadi di lingkungan internal dan external organisas,
maka dapat mulai membuat rencana program kerja yang sesuai dengan kondisi yang
dibutuhkan dan mampu untuk dilaksanakan oleh pengurus tersebut.”
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar